<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>aal&#x27;s Site</title>
<link>http://detefabulanarratur.multiply.com/</link>
<description>mungkin kalian merasa berbeda, tapi sekali waktu mungkin saja bisa menemukan persamaan dengan cerita-cerita saya. atau mungkin juga cerita ini adalah tentang kalian. detefabulanarratur. this story speaks about you...</description>
<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 12:06:16 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Wed, 13 Apr 2011 06:16:09 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>aal&#x27;s Site</title>
<url>http://multiply.com/mu/detefabulanarratur/logo</url>
<link>http://detefabulanarratur.multiply.com/</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>
<item>
<title>Orang-orang Kulon</title>
<link>http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/18/Orang-orang_Kulon</link>
<description>&#x3C;p&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://detefabulanarratur.multiply.com/photos/hi-res/1M/19&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;Sengat matahari masih kalah dari hawa pagi hari 4 april 2011. Saya  yang terbiasa tidur telat, nyatanya harus memaksakan diri juga hari itu.  Pukul enam, Bintang sudah goyang tubuh saya, hal yang tak akan dapat  gubrisan jika dilakukan teman yang sudah lama kenal..hehe.&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p&#x3E;Menggunakan  motor bebek, Bintang bonceng saya dan Odin ke arah tenggara. Sekitar  tiga atau empat kilometer menempuh jalan beraspal, lalu berbelok ke  kanan melewati jalan tanah. Pohon-pohon besar di kiri dan kanan jalan.  Pemandangan yang jarang. Harum embun pagi menyesap hidung, mencuci  paru-paru kota saya yang kotor akibat asap kendaraan dan kebiasaan  menghisap tembakau.&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p&#x3E;Kami sampai ke sebuah rumah tak seberapa  besar. Lantai tanpa keramik dengan dinding yang tidak dihaluskan dengan  semen. Di ruang tamu sudah ada Mas Kus, mengerjakan desain spanduk  dengan laptopnya. Laporan amdal fotokopian bersampul biru tergeletak di  sisi kanan.&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p&#x3E;Kami berkenalan, lalu sekejap Mas Kus cerita banyak.  Baru beberapa minggu dia menco...</description>
<guid isPermaLink="true">http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/18/Orang-orang_Kulon</guid>
<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 06:16:09 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Sepakbola</title>
<link>http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/17/Sepakbola</link>
<description>&#x3C;p&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p&#x3E;Saya biasa main di lapangan semen. Ukurannya seluas lapangan  badminton, karena memang sebetulnya itu lapang badminton. Para pemuda  yang punya sedikit waktu senggang disela kesibukannya menikmati minuman  keras dan nonton vcd porno kemudian merubahnya jadi lapangan serbaguna.  Ada  satu ring basket dan dua buah gawang dari bambu portabel yang bisa  dicopot selepas kami bermain bola. Maklum saja, lapangan itu kalau malam  jadi lahan parkir mobil.&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p&#x3E;Kalau bukan jadi penyerang, saya jadi pemain tengah. Badan saya  terlalu rapuh jadi pemain belakang. Tapi itu juga bukan tanpa resiko.  Sekali waktu kami main diguyur hujan, lapangan yang licin membuat saya  terpeleset. Kepala beradu dengan lantai. Pingsan. Lain waktu saya coba  bikin gol lewat tendangan voli. Bola masuk, tapi saya tak kuat  merayakannya. Karena menahan badan yang terjatuh (lagi) akibat lantai  licin, tulang tangan saya sedikit retak.&#x3C;/p&#x3E; Lapangan itu diapit sebuah rumah dan sungai yang dalamnya selutut. Si  empunya rumah, pegawai...</description>
<guid isPermaLink="true">http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/17/Sepakbola</guid>
<pubDate>Fri, 25 Mar 2011 17:56:30 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>diary of a dealer: a bright side</title>
<link>http://detefabulanarratur.multiply.com/reviews/item/4</link>
<description>but a dealer is really just someone who buys more dope than he can smoke. And i have to say, i&#x27;m ashamed, i tried to smoke it all (Mr Nice)

karir apa yang lebih menjanjikan buat seorang lulusan Oxford selain pengedar? Bukan obat terlarang, melainkan marijuana. Setidaknya itu yang mau dikatakan film ini. &#x22;When you break a law that&#x27;s wrong, that can be a crime&#x22;.

Besar, di sebuah daerah pinggiran, Howard Marks tumbuh dengan memori suram tentang sekolah. Perfect combination between being smart and being bullied. Selepas SMA, dia meneruskan pendidikan di Balliol College, pendidikan setingkat diploma yang berada di bawah Oxford University, mengambil jurusan fisika. Disini, Marks mulai berkenalan dengan barang-barang ilegal yang jadi primadona di masanya, marijuana dan LSD, hingga suatu ketika dia tertangkap basah dalam sebuah pesta dan terancam drop out. Marks menghentikan hobi barunya. Berkenalan dengan sisi lain universitas, cinta.

Lepas dari universitas dengan predikat lulusan ke...</description>
<guid isPermaLink="true">http://detefabulanarratur.multiply.com/reviews/item/4</guid>
<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 17:39:35 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>The Invisible Hand</title>
<link>http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/15/The_Invisible_Hand</link>
<description>  &#x3C;a href=&#x22;http://detefabulanarratur.multiply.com/photos/hi-res/1M/12&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignleft&#x22; src=&#x22;http://multiply.com/mu/detefabulanarratur/image/+7L4d9I+biMFr5YQUZyflA/photos/1M/300x300/12/SOLIDARITY.jpg?et=QRg62F5dzbcF4vy31afh9w&#x26;amp;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;Mungkin ayah tak peduli. Bukan satu kali saya bilang kalau acara reality show itu tak beda dengan sinteron. Ada sesuatu saya tahu, yang bikin matanya berkaca setiap kali adegan haru. Entah. Mungkin ingatan akan masa lalu, mungkin semacam gugatan pada dirinya. Atau, mungkin perasaan kekalahan, seperti saya mengamini kalimat Romo Sandy di satu sore perbincangan kami, &#x22;ini (kemiskinan) adalah saksi kekalahan kita bersama&#x22;.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Besar di lingkungan agama, orangtua saya sepertinya percaya kalau miskin adalah suratan. Dan kami biasa bicara tentang ini. Buat Ayah dan Ibu, tuhan bergerak lewat tangan kita. Menjulurkan tangan-Nya ke sudut-sudut papa. Setidaknya, gambaran ini membuat hal yang sekarang mereka lakukan punya arti. Kebahagiaan buat saya melihat itu, tentunya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Lalu, disela-sela berita sore, saya menyelip, menyampaikan pikiran. Tentang orang-orang yang diusir lumpur bikinan di Sidoarjo, dan pemerintah cuma diam saja. Tentang rencana pembangunan pembangkit listrik mega watt di Jawa, tentang...</description>
<guid isPermaLink="true">http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/15/The_Invisible_Hand</guid>
<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 04:06:56 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Dear god, sebetulnya saya sudah malas nulis tentang kamu. Kamu ngak capek apa dibilang nulis hidup saya?</title>
<link>http://detefabulanarratur.multiply.com/notes/item/3</link>
<guid isPermaLink="true">http://detefabulanarratur.multiply.com/notes/item/3</guid>
<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 03:42:16 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>The Take</title>
<link>http://detefabulanarratur.multiply.com/reviews/item/3</link>
<description>Globalisasi? Neoliberalisme? Pasar bebas? Who cares??!! Setidaknya tidak banyak yang peduli dengan omong-omong para ahli ekonomi, sosiologi, sejarah, dsb, dsb. Peduli hal tersebut butuh waktu luang, lur. Sama asingnya seperti circle crops ataupun piring terbang, membicarakan neoliberalisme tidak semenyenangkan menganalisis penyebab kematian Adjie Masaid yang serba mendadak.
Tahan dulu semua asumsi Anda sebelum menonton The Take. Dengan latar belakang jurnalismenya, Naomi Klein dan Avi Lewis mengurai bagaimana hal-hal antah berantah semisal globalisasi, neoliberalisme, dan pasar bebas berhubungan dengan masalah keseharian. Bagaimana hal yang menurut kita antah-berantah, justru meresap ke aliran darah kita.
Diawali dengan gambaran nyata keseharian sebuah keluarga kelas pekerja. Si suami, yang dahulunya seorang pekerja di sebuah pabrik spare part mobil, harus hidup menganggur karena pabriknya dinyatakan bangkrut saat resesi ekonomi, kegagalan kebijakan pasar bebas. Untuk menyambung hidu...</description>
<guid isPermaLink="true">http://detefabulanarratur.multiply.com/reviews/item/3</guid>
<pubDate>Sat, 29 Jan 2011 17:35:40 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>SEKOLAH</title>
<link>http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/13/SEKOLAH</link>
<description>&#x3C;a href=&#x22;http://detefabulanarratur.multiply.com/photos/hi-res/1M/11&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://detefabulanarratur.multiply.com/photos/hi-res/1M/11&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://multiply.com/mu/detefabulanarratur/image/co9OCaJPWK1iTDgcdTM1Pg/photos/1M/300x300/11/4397237328-a3974186c3-o.jpg?et=wUW6z1j2A3sZU7WYlNkMyA&#x26;amp;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Memang banyak yang harus dipertanyakan dari sekolah. Bukan apa-apa, hampir setengah hidup kebanyakan orang dihabiskan disana entah untuk apa. Ketika SMA nilai akutansi saya hampir selalu nol. Alih-alih tempatkan angka di kolom-kolom saat ulangan, saya lebih pilih tidur. Untung. Saya tak butuh ilmu akutansi itu sekarang. Di saat yang sama, saya belajar kalau ekonomi itu mengajarkan kita untuk &#x22;mendapatkan pemasukan sebesar-besarnya dengan pengeluaran sekecil-kecilnya&#x22;. Jiah, ternyata itu juga salah. Ekonomi, ditinjau secara etimologi artinya pengaturan rumah tangga. Kalau itu belajar dari ibu saya saja. Pengalaman dia lebih dari dua puluh tahun sudah. Saya juga belajar hukum Niels-Bohr,&#x26;nbsp; dan burung finch di kepulauan Galapagos. Itu dua-duanya juga tidak menarik. Saya suka pelajaran agama, kadang. Sebab si guru yang pria kerap bikin humor jorok.&#x3C;br&#x3E;Kadang, di sekolah kita justru harus menjawab salah. Sebab itu yang ada di buku, itu kata bu Guru. Sekolah saya, sekolah yang tidak banyak b...</description>
<guid isPermaLink="true">http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/13/SEKOLAH</guid>
<pubDate>Sat, 22 Jan 2011 18:22:00 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>If he works only for himself, he may perhaps become a famous man of learning, a great sage, an excellent poet, but he can never be a perfect, truly great man (Reflections of a Young Man on The Choice of a Profession)</title>
<link>http://detefabulanarratur.multiply.com/notes/item/2</link>
<guid isPermaLink="true">http://detefabulanarratur.multiply.com/notes/item/2</guid>
<pubDate>Fri, 12 Nov 2010 08:42:49 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>eh, mungkin kita akan lama tak jumpa. Dan memang sudah lama kamu cuma membisu. Mungkin kamu yang terakhir, lalu kita tak pernah saling merindu. Penyesalan? sepertinya terlalu mewah buatmu, yang pergi bersama monitor komputerku. Tapi, aku bakalan selalu ingat kalau kamu pernah disitu, menempel di bagian atas monitor komputer. Selamat jalan hai puisi

kubiarkan cahaya bintang memilikimu
kubiarkan angin yang pucat
dan tak habis-habisnya gelisah
tiba-tiba menjelma isyarat merebutmu
entah kapankah bisa kutangkap&#x2026;
(Nocturno, Sapardi Djoko Damono)</title>
<link>http://detefabulanarratur.multiply.com/notes/item/1</link>
<guid isPermaLink="true">http://detefabulanarratur.multiply.com/notes/item/1</guid>
<pubDate>Wed, 13 Oct 2010 18:38:54 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Wajah</title>
<link>http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/10/Wajah</link>
<description>    &#x3C;img style=&#x22;width: 371px;height: 373px;&#x22; class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://www.moolf.com/images/stories/Amazing/Creative-Photoshop-art-by-Pierre-Beteille/Creative-Photoshop-art-by-Pierre-Beteille-1.jpg&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;font style=&#x22;font-weight: bold;&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Salah satu tindakan Ashadi Siregar yang dinilai tepat oleh Daniel Dhakidae adalah pilihannya untuk tetap mengembangkan LP3Y di Yogya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Minggu yang lalu, secara kebetulan saya ketemu dengan seorang penulis. Muda dan potensial, dia adalah jebolan salah satu kelompok penulisan nowor wahid di Indonesia. Sekali waktu karya skripsinya yang kemudian diterbitkan baru-baru ini pernah jadi bahan perbincangan singkat antara saya dan seorang teman. Sejarah selalu menarik buat saya, seperti juga konten surat kabar masa lalu yang bicara apa adanya (satu hal yang sekarang mulai sulit ditemukan). Dalam buku tersebut, kaitan antara kekuatan produktif yang berkembang seperti transportasi dan kegiatan ekonomi dikaitkan dengan perkembangan surat kabar di salah satu daerah Indonesia. Ini juga sulit ditemukan dalam penelitian media massa yang berkembang saat ini. Keseluruhan, saya respek atas kemampuan dan semangat si penulis untuk mengembangkan kajian sejarah media massa.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;saya: mas, bukunya bagus, saya me...</description>
<guid isPermaLink="true">http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/10/Wajah</guid>
<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 16:18:38 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Sisifus Dari Central Park</title>
<link>http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/7/Sisifus_Dari_Central_Park</link>
<description>      &#x3C;img style=&#x22;width: 290px;height: 217px;&#x22; class=&#x22;alignleft&#x22; src=&#x22;http://4.bp.blogspot.com/_5g0qX8GirO4/Sdzwg5L-rkI/AAAAAAAAAA4/XC4oslid52k/s320/65807_central_park_mal_di_jalan_s_parman__jakarta_barat_thumb_300_225.jpg&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;Terletak di bilangan Jakarta Barat, Central Park berdiri di atas lahan seluas 80 ribu meter persegi. Seperempat bagian lahan diperuntukkan bagi taman yang dilengkapi miniatur air terjun, dan air mancur yang bisa berjoget ketika malam datang.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Pukul dua belas kurang saya datang, disambut galeri seni yang terletak di bagian depan pusat perbelanjaan. Um, no offense, ini bentuk lain &#x27;jarambahnya&#x27; kapitalisme. Tak ada tempat buat seni, kecuali dia memiliki nilai tukar, so buatlah review untuk tingkatkan nilai tukarnya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sebentar saya keliling. Penampakannya mirip Plaza Indonesia. Merek-merek terkenal macam Zara, Nautica, atau Tag Heuer (ah, terima kasih saya tidak harus mengejanya). Mereka yang berkunjung bisa dihitung jari, sebagian besar etnis Tionghoa (bukan mau rasis..hehe). Bingung keliling, saya menemukan salah satu tempat ngopi favorit saya. Beli Capucino ukuran Venti, lalu memiluh tempat duduk di luar gedung agar bisa menunggu pacar saya sambil merokok.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Selain kopi aroma, rasa kopi...</description>
<guid isPermaLink="true">http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/7/Sisifus_Dari_Central_Park</guid>
<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 06:01:00 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>capitalism a love story</title>
<link>http://detefabulanarratur.multiply.com/reviews/item/1</link>
<description>where do we sent our top math and science people? into finance. they don&#x27;t go into science in America, they go to wallstreet (Prof. William Black)

Apa yang tampak dalam kapitalisme seringkali membuat anda berpikir dua kali untuk menolaknya. Pilihan untuk &#x201C;hidup bebas&#x201D; sesuai dengan angan-angan american dream. Well, siapa yang mau hidup dengan keterbatasan?

Ternyata di Amerika, jantung kapitalisme, american dream betul-betul sebuah mimpi. Kebebasan masyarakat melakukan kegiatan ekonomi justru menjadi senjata ampuh kapitalis untuk menipu masyarakat melalui berbagai program semisal mortgage dan asuransi kesehatan. Michael Moore menampilkannya secara apik. Menghancurkan batas antara tampakan kapitalisme yang indah dengan cara beroperasinya yang kejam. Kapitalisme ditampilkan secara utuh: wajah akumulasi kapital.

Satu hal paling menarik yang diangkat Moore adalah dominasi kapitalis keuangan semacam Goldman Sachs. Sepak terjangnya di wallstreet ternyata mampu mengangkangi kekuasaan ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://detefabulanarratur.multiply.com/reviews/item/1</guid>
<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 04:02:25 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Mereka Mencuri, Kenapa Anda Tidak?</title>
<link>http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/5/Mereka_Mencuri_Kenapa_Anda_Tidak</link>
<description>&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E; &#x3C;p align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;Loteng. Tempat paling jujur yang saya kenal. Setidaknya gerak fajar dan senja bisa terlihat dengan begitu jelas, tanpa hambat dari bangunan-bangunan yang merongrong pandang ke angkasa. Di arah timur laut, kali itu, loteng antar saya menuju kenangan belasan tahun lalu. Titik-titik merah nampak di kejauhan, menyembul ke atas, menyusup diantara ketinggian bangunan. Saya mengenal titik-titik itu sebagai rambutan.&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p align=&#x22;justify&#x22;&#x3E;Para ahli kejiwaan biasa menggunakan sebuah benda sebagai titik awal untuk mengetahui kondisi kejiwaan pasiennya. Benda tersebut kemudian dikaitkan dengan benda-benda atau hal-hal lainnya. Konon, metode ini diperkenalkan Sigmund Freud, dinamai identifikasi bebas. Saya tak begitu paham. Namun, betul, rambutan mengantarkan saya pada ingatan-ingatan yang berkaitan dengannya. Ada halaman rumah salah seorang kakak dari nenek saya yang ditumbuhi pohon rambutan tak seberapa tinggi. Kalau berlibur kesana di rentang desember hingga januari saya suka memanjat, memilih rambutan yang saya ki...</description>
<guid isPermaLink="true">http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/5/Mereka_Mencuri_Kenapa_Anda_Tidak</guid>
<pubDate>Sat, 2 Jan 2010 07:09:21 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Hujan dan Harapan</title>
<link>http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/4/Hujan_dan_Harapan</link>
<description>  &#x3C;a href=&#x22;http://detefabulanarratur.multiply.com/photos/hi-res/1M/7&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignright&#x22; src=&#x22;http://images.detefabulanarratur.multiply.com/image/CL6jgK+VfjXi0aG8chGhJw/photos/1M/300x300/7/hujan.jpg?et=yZn1F%2B9zRt3yHfpxFGRYNQ&#x26;amp;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;6&#x22;&#x3E;Kami tak punya apa-apa&#x3C;/font&#x3E;. Hari itu cuma beberapa lembar uang ribuan, &#x3C;font size=&#x22;6&#x22;&#x3E;dan langit mendung&#x3C;/font&#x3E;. Harapan yang buat perjalanan masih berlanjut. Pupus dihajar mesin Anjungan Tunai Mandiri yang tak mau menyumbang beberapa ribu saja ke rekening saya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x22;Enak kayaknya punya mobil yah,&#x22; pandang saya tertuju ke langit hitam mengancam, &#x22;ngak usah takut kehujanan kalau kemana-mana.&#x22;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x22;Kenapa sih kamu?&#x22; dia menimpal, seperti tak suka akan pikiran yang menganggu saya beberapa hari ini. Pikiran tentang hujan.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Tapi, perjalanan pertama kami juga beriring hujan, saya ingat. Sepatu putihnya basah digenang air mengalir di aspal Cihampelas. Saya tak beli mobil seketika, tak punya uang jelasnya. Cuma sepasang sendal jepit orange dan sebungkus kecil bajigur.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x22;Gimana kalau ngak usah mikirin mobil? gimana kalau kita ngak usah takut sama hujan,&#x22; sambarnya. Sore itu hujan tak jadi datang. Mungkin kalut liat keberaniannya...hehehe&#x3C;br&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/4/Hujan_dan_Harapan</guid>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 05:39:14 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>orang-orang benteng</title>
<link>http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/3/orang-orang_benteng</link>
<description>            &#x3C;a href=&#x22;http://detefabulanarratur.multiply.com/photos/hi-res/1M/6&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.detefabulanarratur.multiply.com/image/vJPh67ZJ7R619SElu86rIw/photos/1M/300x300/6/PIC-0044.jpg?et=7bvIFcTjCP2s0CtcD5iy4Q&#x26;amp;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;6&#x22;&#x3E;Dulunya&#x3C;/font&#x3E;...Tempat ini mungkin menyenangkan...Sampai suatu hari...&#x3C;font size=&#x22;5&#x22;&#x3E;Saya kembali di sekitarnya&#x3C;/font&#x3E;...Mengendus bebauan sejarah dari luar bangunan tua...bersama mereka,&#x26;nbsp; orang-orang baru, teman-teman yang mungkin tidak tahu apa yang pernah terjadi di dalam sana, di dalam benteng...&#x3C;br style=&#x22;background-color: rgb(0, 0, 0);&#x22;&#x3E;&#x3C;br style=&#x22;background-color: rgb(0, 0, 0);&#x22;&#x3E;Sesekali saja presiden datang berkunjung, belum tentu sekali dua bulan. Selepas itu tak nampak satu kegiatanpun dalam Istana. Bangunan tua itu diam saja.&#x3C;br style=&#x22;background-color: transparent;color: rgb(192, 192, 192);&#x22;&#x3E;Tidak begitu di sekitaran. Malam selalu meriah. Ada saja pasangan kekasih yang menyempatkan duduk di bangku taman lalu dihampiri penyanyi jalanan. Atau gerombolan jembel mabuk-mabukan. Atau anak jalanan terlibat perkelahian&#x3C;br style=&#x22;background-color: transparent;color: rgb(192, 192, 192);&#x22;&#x3E;Istana tersebut terletak di pojokan Jl. Malioboro, berseberangan dengan benteng Vrederburg. Tanahnya tak seberapa luas jika dibanding Istana Bogor. Berjejer bangku-bangku taman di depannya, diselingi pojon-pohon besar. Kalau malam, batang pohon yang lingkarnya melebihi pelukan orang dewasa itu, bermandikan cahaya. Satu lampu menghab...</description>
<guid isPermaLink="true">http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/3/orang-orang_benteng</guid>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 19:29:54 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>bingung</title>
<link>http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/1/bingung</link>
<description>naha susah pisan mau nulis di muliply teh? hei, kamu, yang kerja di multiply, ieu kumaha carana?</description>
<guid isPermaLink="true">http://detefabulanarratur.multiply.com/journal/item/1/bingung</guid>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 00:50:40 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>ich, du, wir</title>
<link>http://detefabulanarratur.multiply.com/photos/album/2/ich_du_wir</link>
<guid isPermaLink="true">http://detefabulanarratur.multiply.com/photos/album/2/ich_du_wir</guid>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 00:32:08 -0000</pubDate>
</item>
</channel>
</rss>
